I.
KONSEP DASAR KOMUNIKASI DAN KONSELING
A. Pengertian
Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun
kebersamaan antara dua orang atau lebih, communico
yang artinya memberi (Cherry, 1993 dalam Tyastuti dkk, 2008).
Komunikasi adalah suatu proses interaksi manusia dengan berbagai
bentuk/cara untuk menyampaikan informasi atau tujuan tertentu (Tyastuti dkk,
2008)
Komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari
seseorang kepada orang lain. Komunikasi adalah pernyataan manusia, pernyataan
tersebut dapat dilakukan dengan kata-kata tertulis ataupun lisan di samping itu
dapat dilakukan juga dengan isyarat-isyarat atau symbol-simbol (Dalami dkk,
2009).
B. Unsur
Komunikasi
Menurut (Tyastuti, 2008) bahwa garis besar proses komunikasi
terdiri atas unsur-unsur berikut :
1. Pihak yang
mengawali komunikasi/sumber/komunikator
Pihak yang mengawali komunikasi untuk mengirim pesan disebut
sender dan ia menjadi sumber pesan (source).
Pengirim yang dimaksud disini adalah orang yang masuk ke dalam hubungan, baik
intrapersonal dengan diri sendiri, interpersonal dengan orang lain dalam
kelompok kecil atau dalam kelompok besar.
2. Pesan yang
dikomunikasikan/message/content/information
Pesan yang dimaksud adalah sesuatu yang disampaikan pengirim
kepada penerima. Dalam komunikasi kepada pasien sebaiknya diperhatikan bahwa
pesan yang akan disampaikan sesuai dengan kebutuhan klien, menggunakan bahasa
yang dapat dimengerti dengan mudah oleh klien dan diusahakan dapat menarik minat
klien. Pesan yang disampaikan kepada klien dapat berupa nasehat, bimbingan,
dorongan, petunjuk, dan sebagainya
3. Media atau
saluran yang digunakan untuk komunikasi dan gangguan-gangguan yang terjadi pada
waktu komunikasi dilakukan
Media merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari
sumber pesan kepada penerima pesan. Setelah dikemas pesan yang disampaikan
melalui saluran (chanel) atau media.
Media dapat berupa lisan (oral),
tertulis atau elektronik.
a. Media lisan
Dapat dilakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan (oral), baik melalui telepon atau saluran
yang lainnya kepada perorangan, kelompok kecil, kelompok besar, atau masa.
Keuntungannya adalah si penerima pesan mendengar langsung tanggapan atau
pertanyaan, memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerak-gerik tubuh atau
raut wajah, dan dapat dilakukan dengan cepat.
b. Media
tertulis
Pesan disampaikan secara tertulis melalui surat, memo, handout, gambar dan lain-lain.
Keuntungannya adalah ada catatannya sehingga data dan informasi tetap utuh
untuk tidak dapat berkurang atau tambah seperti informasi lisan, member waktu
untuk dipelajari isinya, cara penyusunannya dan rumusan kata-katanya.
c. Media
elektronik
Disampaikan melalui faksimili, email, radio, televisi.
Keuntungannya adalah prosesnya cepat, data bisa disimpan. Penggunaan media
dalam penyampaian pesan tentunya dapat mengalami gangguan atau masalah sehingga
dapat menghambat komunikasi.
4. Lingkungan/situasi
ketika komunikasi dilakukan
Lingkungan atau situasi (tempat, waktu, cuaca, iklim, keadaan alam
dan psikologis) adalah factor-faktor yang dapat mempengaruhi proses komunikasi.
Oleh karena itu pada waktu berkomunikasi dengan orang lain perlu memperhatikan
situasi. Faktor ini diklasifikasikan menjadi empat :
a. Lingkungan
fisik
Keadaan geografi, ini dapat menybabkan kesulitan dalam komunikasi,
hal ini bisa disebabkan karena jarak yang jauh, dimana tidak terdapat fasilitas
komunikasi seperti telepon, faksimili, kantor pos dan lain-lain.
b. Lingkungan
sosial budaya
Menunjukkan faktor sosial budaya, ekonomi dan politik bisa menjadi
hambatan untuk komunikasi, misalnya kesamaan bahasa, orang yang punya bahasa
yang berbeda dan tidak saling memahami bahasa yang digunakan maka dapat
menimbulkan macetnya suatu komunikasi. Kepercayaan masyarakat setempat atau ada
istiadat dan status sosial juga mempengaruhi kelancaran komunikasi.
c. Lingkungan
psikologi
Dimensi psikologi adalah pertimbangna kejiwaan yang digunakan
dalam komunikasi. Misalnya menghindari kritik yang menyinggung orang lain
menyajikan materi yang sesuai dengan usia khlayak.
d. Dimensi
waktu
Menunjukkan situasi yang tepat untuk melakukan kegiatan
komunikasi.
5. Pihak yang
menerima pesan
Penerima pesan adalah pihak yang menerima pesan atau menjadi
sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima biasa disebut juga khalayak,
sasaran, komunikan, atau audience/receiver.
Penerima pesan bisa perorangan, atau suatu kelompok, organisasi atau Negara.
Satu kunci keberhasilan komunikasi adalah mengenal karakteristik dari penerima
pesan, dengan mengetahui siapa yang akan menjadi penerima pesan maka kita dapat
merancang suatu pesan sebaik mungkin sesuai karakteristik penerima sehingga
tujuan komunikasi kita tercapai.
6. Umpan balik
(feedback)
Umpan balik merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang
diterima dari pengirim. Umpan balik bisa berupa reaksi secara verbal maupun non
verbal. Umpan balik ini dapat berupa umpan balik positif atau negatif.
Umpan balik positif bila tanggapan penerima menunjukkan kesediaan
menerima atau mengerti pesan dengan baik, serta memberi tanggapan sesuai yang
diinginkan pengirim.
Umpan balik negatif adalah umpan balik yang menunjukkan penerima
pesan tidak dapat menerima dengan baik pesan yang diterimanya.
7. Pengaruh
atau Dampak
Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan,
dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.
Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang.
C. Komponen
Komunikasi
1. Komponen
komunikan
Seorang akan dapat menerima pesan kalau terdapat empat kondisi
berikut :
a. Pesan
komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan.
b. Keputusan
diambil secara sadar untuk mencapai tujuan.
c. Keputusan
diambil secara sadar untuk kepentingan pribadinya.
d. Mampu
menempatkan baik secara mental atau fisik.
2. Komponen
komunikator
Faktor penting dalam diri komunikator yakni :
a. Kepercayaan
kepada komunikator (source credibility)
dimana dalam hal ini ditentukan oleh keahliannya dan dapat tidaknya dia
dipercaya.
b. Daya tarik
komunikator (source attractiviness),
bahwa seseorang akan mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan sikap
melalui mekanisme daya tarik.
3. Komponen
pesan
Pesan dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan, informasi dan
lain-lain. Pesan dapat disampaikan secara lisan atau non verbal.
4. Umpan Balik
Merupakan respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang
diterimanya. Umpan balik ini berguna untuk mengukur besar informasi yang
diterima dibandingkan dengan yang diberikan.
D. Proses
Komunikasi
Pada hakekatnya komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh
komunikator kepada komunikan. Proses komunikasi bisa dilihat dari beberapa
perspektif antara lain :
1. Perspektif
psikologis
Ketika komunikator berniat akan menyampaikan pesan dalam dirinya
akan terjadi proses encoding (proses
mengemas dan membungkus pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator),
hasil encoding berupa pesan itu
kemudian ditransmisikan kepada komunikan. Kemudian komunikan terlibat dalam
proses komunikasi intrapersonal. Proses dalam diri komunikan ini disebut decoding (seolah-olah membuka kemasan
atau bungkus pesan yang diterima dari komunikator).
2. Perspektif
mekanis
Ini berlangsung saat komunikator menstransfer dengan bibir atau
tangan, pesan sampai tertangkap komunikan. Ini dapat dilakukan dengan indera
telinga atau indera lainnya. Komunikasi secara mekanis ini dibedakan :
a. Proses
komunikasi primer
Proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan menggunakan
lambang (symbol) sebagai media atau
saluran. Lambang verbal maupun non verbal.
b. Proses
komunikasi sekunder
Penyampaian pesan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai
media setelah memakai lambang sebagai media pertama. Biasanya Karena jauh
tempatnya.
c. Proses
komunikasi linier
Penyampaian pesan dari komunikastor kepada komunikan sebagai titik
terminal. Biasanya terjadi pada komunikasi bermedia kecuali telepon.
d. Proses
komunikasi sirkular
Terjadinya feedback atau
umpan balik dari komunikan ke komunikator.
E. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Komunikasi
1. Latar
belakang kebudayaan
Bagaimana seseorang menginterpretasikan suatu pesan berdasarkan
latar belakang kebudayaannya. Disini akan terbentuk pola-pola pikir seseorang
melalui kebiasaannya, makin sama latar belakang budaya antara komunikator
dengan komunikan maka komunikasi akan semakin efektif.
2. Ikatan
dengan kelompok atau grup
Kecenderungan mengidentifikasikan diri dengan kelompok tertentu
dan cenderung mengembangkan kesetiaan dan menerima norma kelompok tersebut.
Nilai-nilai yang dianut oleh kelompok akan sangat mempengaruhi cara mengamati
pesan.
3. Harapan
Bila suatu komunikasi tidak sesuai dengan harapan maka biasanya
penerima pesan akan apatis, cuek atau bahkan memutuskan komunikasi. Harapan
akan berpengaruh pada penerimaan pesan dan pada akhirnya dia akan menerima
suatu yang diharapkan.
4. Pendidikan
Pendidikan formal maupun non formal akan mempengaruhi penerimaan
pesan. Semakin tinggi pendidikan formal seseorang maka semakin kompleks sudut
pandangnya dalam menyikapi materi komunikasi.
5. Situasi
Tempat atau saat terjadinya komunikasi akan berpengaruh pada usaha
untuk menginterpretasikan pesan, ketakutan, kecemasan, akan mempengaruhi cara orang
menyerap pesan. Situasi bisa diakibatkan oleh penyampai pesan, lingkungan atau
bahkan dari penerima pesan sendiri. Misalnya orang yang menyampaikan pesan
tidak ramah, maka dapat menimbulkan ketegangan dan kecemasan, situasi yang
penuh ketegangan ini dapat mengganggu penerima pesan yang disampaikan oleh
komunikator.
F. Bentuk
Komunikasi
1. Komunikasi
massa
Komunikasi massa (mass
communication) adalah komunikasi melalui media massa modern yang meliputi
surat kabar, siaran radio dan televisi. Komunikasi masa menyiarkan informasi,
gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak
menggunakan media.
a. Karakteristik
komunikasi massa
1) Bersifat
umum (terbuka untuk semua orang)
2) Heterogen
3) Menimbulkan
keserempakan (serempak kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang
jauh dan dalam keadaan terpisah).
4) Hubungan
komunikator-komunikan bersifat non-pribadi
b. Model
komunikasi massa
1) Model jarum
hipodemik (hypodermic needle model).
Media masa menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung.
2) Model
komunikasi satu tahap (one step flow
model).
Saluran media massa langsung ke massa komunikan tanpa melalui
orang lain, meskipun pesan tidak mencapai tidak menimbulkan efek yang sama bagi
komunikan.
3) Model
komunikasi dua tahap (two step flow model).
Menyatakan bahwa ide atau pesan dari radio atau surat kabar
diterima pemuka pendapat, baru disampaikan ke penduduk/pengikutnya.
4) Model
komunikasi tahap ganda (multi step flow
model)
Merupakan gabungan dari beberapa model yang lain.
2. Komunikasi
interpersonal
a. Menurut
sifatnya komuniasi interpersonal dibedakan menjadi dua yaitu :
1) Komunikasi
diadik (dyadic communication)
Komunikasi antara dua orang dalam situasi tatap muka dalam bentuk
percakapan, dialog dan wawancara dalam situasi yang lebih intim, akrab, lebih
personil, sedang wawancara lebih serius.
2) Komunikasi
triadic (triadic communication)
Komunikais antar pribadi yang pelakunya lebih dari tiga orang
yakni seorang komunikator dan dua orang komunikan, berlangsung secara dialogis
sehingga memungkinkan interaksi dan dianggap komunikasi yang paling ampuh dalam
mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan, karena dilakukan
secara tatap muka.
b. Ada 3
perilaku dalam komunikasi interpersonal yaitu :
1) Perilaku
spontan (spontaneous behavior) adalah
perilaku berdasarkan desakan emosi dan dilakukan tanpa sensor serta revisi
secara kognisi.
2) Perilaku
menurut kebiasaan (script behavior)
adalah perilaku berdasarkan kebiasaan kita.
3) Perilaku
sadar (contrived behavior) adalah
perilaku yang dipilih berdasarkan situasi yang ada.
c. Kompetensi
dan kecakapan komunikasi interpersonal
Tingkat dimana perilaku kita dalam komunikasi interpersonal sesuai
dan cocok dengan situasi dan membantu kita mencapai tujuan komunikasi
interpersonal yang kita lakukan dengan orang lain.
3. Komunikasi
intrapersonal/intrapribadi/intrapersonal
communication
Merupakan proses komunikasi yang terjadi pada diri seseorang.
Orang tersebut sebagai komunikator maupun komunikan, orang berbicara sendiri,
berdialog sendiri bertanya dna dijawab sendiri.
4. Komunikasi
kelompok atau group communication
Komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan
sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang, jumlahnya bisa sedikit
atau banyak.
Jika komunikasi dalam kelompok kecil maka disebut komunikasi
kelompok kecil (small group
communication).
Jika jumlahnya banyak maka disebut komunikasi kelompok besar (large group communication). Yang
membedakan bukanlah jumlahnya secara matematis tetapi berdasarkan kualitas
proses komunikasi.
Karakteristik yang membedakan kelompok kecil dan besar adalah :
a. Komunikasi
kelompok kecil
Komunikasi yang ditunjukkan kepada kognisi komunikan dan prosesnya
berlangsung secara dialogis (umpan balik secara verbal). Pesannya pada benak
komunikan misalnya kuliah, ceramah, diskusi rapat, dan lain-lain.
b. Komunikasi
kelompok besar
Komunikasi yang ditujukan kepada efeksi komunikan (hatinya atau
perasaannya) dan prosesnya berlangsung linier. Bersifat heterogen dari jenis
kelamin, usia, jenis pekerjaan tingkat pendidikan, agama dan lain-lain.
SUMBER
(REFERENSI)
- Tyastuti, dkk. 2008. Komunikasi dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta : Fitramaya.
- Dalami, dkk. 2009. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar